PALANGKA RAYA – Dalam rangka mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Gubernur H. Agustiar Sabran menggelar agenda strategis bertajuk Hasupa Hasundau bersama Komisi V DPR RI, Senin (14/4), bertempat di Istana Isen Mulang – Rumah Jabatan Gubernur Kalteng. Pertemuan ini menjadi sarana penting untuk menyuarakan langsung aspirasi daerah kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat.
Gubernur Agustiar membuka pertemuan dengan menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi V DPR RI terhadap Kalimantan Tengah. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan kunci utama untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta memperluas akses layanan dasar masyarakat.
“Sebagai provinsi yang wilayahnya sangat luas dan tersebar, Kalimantan Tengah membutuhkan infrastruktur yang tangguh untuk menopang mobilitas ekonomi, sosial, hingga pendidikan. Kami sangat berharap kunjungan ini dapat menghasilkan dorongan nyata dari pemerintah pusat,” tutur Agustiar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa fokus pengembangan tidak hanya pada jalan dan jembatan, tetapi juga mencakup pelabuhan, bandara, dan fasilitas transportasi multimoda lainnya yang mampu mempercepat arus pembangunan di kawasan tertinggal dan perbatasan.
Kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Kalteng turut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian PUPR, BMKG, Basarnas, serta PT Angkasa Pura I. Mereka melakukan peninjauan lapangan dan dialog intensif guna merumuskan solusi konkret dalam pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan lokal.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan pemerataan pembangunan di Kalimantan Tengah. Ia menegaskan pentingnya mendengar langsung kondisi di daerah agar kebijakan yang dirancang tidak bersifat top-down, melainkan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Lewat dialog ini, kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar kontekstual dan tepat sasaran, khususnya untuk daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal dari segi infrastruktur dasar,” ungkap Lasarus.
Dalam forum tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, juga menyoroti dampak langsung konektivitas terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Menurutnya, banyak sekolah di wilayah pelosok yang masih kesulitan akses akibat jalan yang rusak atau belum terhubung dengan baik.
“Mobilitas guru, distribusi buku, bahkan pelayanan pendidikan berbasis teknologi digital semuanya tergantung pada akses jalan dan jaringan komunikasi yang layak,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Pemprov Kalteng saat ini tengah menggencarkan program digitalisasi pendidikan, namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh infrastruktur pendukung.
Reza menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah faktor krusial dalam upaya membangun SDM unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia menyatakan optimisme bahwa kolaborasi yang terbentuk melalui pertemuan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pembangunan manusia di Bumi Tambun Bungai.
Selain Gubernur dan anggota Komisi V DPR RI, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi V Syaiful Huda, Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran, para kepala daerah dari kabupaten/kota se-Kalteng, unsur Forkopimda, serta para Kepala Perangkat Daerah.
Forum Hasupa Hasundau ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah strategis mempererat sinergi pusat-daerah dalam membangun Kalimantan Tengah yang tangguh, terkoneksi, dan sejahtera secara berkelanjutan. (nr/sekaltengcom)








