PALANGKARAYA – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sri Widanarni, secara resmi membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Isen Mulang yang ke-43 untuk Tahun Buku 2024. Kegiatan ini berlangsung di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng pada Selasa (15/4), dan mewakili Plt. Sekretaris Daerah, H.M. Katma F. Dirun.
Dalam sambutannya, Sri Widanarni menegaskan pentingnya RAT sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi dalam koperasi. Ia menyebut, selain sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus, RAT merupakan cerminan prinsip demokrasi ekonomi dan asas kekeluargaan yang menjadi dasar utama gerakan koperasi di Indonesia.
“Rapat seperti ini tidak sekadar seremonial, tapi menjadi ruang dialog penting bagi anggota untuk menyampaikan pendapat dan mengevaluasi jalannya organisasi secara terbuka,” ujar Sri saat menyampaikan sambutan tertulis dari Plt. Sekda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengapresiasi ketahanan KPRI Isen Mulang di tengah gempuran layanan pinjaman digital yang semakin marak. Menurutnya, koperasi ini tetap mampu menjaga loyalitas anggota dengan pelayanan yang relatif aman, terpercaya, dan kompetitif.
Pada tahun buku 2024, KPRI Isen Mulang mencatatkan performa keuangan yang menggembirakan. Dengan 325 transaksi simpan pinjam yang berhasil dilakukan, koperasi membukukan nilai piutang lebih dari Rp 8 miliar. Dari kegiatan usaha tersebut, diperoleh pendapatan sebesar Rp 1,7 miliar atau 114,87 persen dari target awal sebesar Rp 1,5 miliar.
Tak hanya itu, Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun ini juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Total SHU yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 1.086.671.375,-, melampaui capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 866 juta. Capaian ini juga jauh melebihi target SHU tahun 2024 sebesar Rp 705 juta.
Sri juga menyinggung pentingnya reformasi regulasi melalui Undang-Undang Perkoperasian yang saat ini masih dalam proses pembahasan di DPR RI. Ia menilai regulasi baru ini akan memperkuat posisi koperasi dalam ekosistem ekonomi nasional.
“Undang-undang ini diharapkan mampu membuka jalan bagi koperasi untuk menjadi entitas bisnis yang lebih fleksibel, profesional, dan berdaya saing. Koperasi ke depan harus jadi pilihan utama masyarakat, bukan sekadar alternatif,” tegasnya.
Ia mendorong pengurus KPRI Isen Mulang agar terus berinovasi dalam memberikan layanan yang lebih modern dan efisien bagi para anggotanya. Menurutnya, tantangan era digital menuntut koperasi untuk cepat beradaptasi agar tidak tertinggal dari lembaga keuangan konvensional.
“Saya harap koperasi ini bisa menjawab tantangan zaman, memperluas layanan berbasis teknologi, dan tetap mengakar pada nilai kebersamaan,” tutup Sri.
RAT kali ini dihadiri oleh Ketua KPRI Isen Mulang Maulana Akbar, Ketua Pengawas Odhe Sawal, jajaran pengurus serta ratusan anggota koperasi. Dalam suasana penuh semangat, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, termasuk sesi evaluasi kinerja dan perumusan program kerja koperasi ke depan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus mengembangkan koperasi yang sehat dan berorientasi pada kesejahteraan anggota. (nr/sekaltengcom)








