Menteri Kehutanan Raja Juli Ikut Antar Orang Utan Menuju Sekolah Hutan Nyaru Menteng

- Publisher

Kamis, 20 Maret 2025 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengantaran menuju sekolah hutan.(IST)

Pengantaran menuju sekolah hutan.(IST)

PALANGKA RAYA – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengantarkan Orang Utan menuju Sekolah Hutan, di Kawasan Rehabilitasi dan Konservasi Nyaru Menteng Palangka Raya. Kamis, 20 Maret 2025.

Raja Juli mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, bersama Lembaga Swadaya Masyarakat BOSF yang berperan melindungi satwa endemik Pulau Kalimantan ini.

“Yang dikerjakan oleh BOSF dan beberapa LSM sangat luar biasa sekali. Saya tersentuh, ada sekelompok orang yang mendedikasikan dirinya untuk kebaikan hutan sekaligus keanekaragaman hayati terutama Orang Utan”, ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Raja Juli menilai upaya ini dapat menjaga keseimbangan alam hutan dan Orang Utan yang tinggal di dalamnya, sehingga mereka (satwa) dapat tumbuh dengan baik di hutan Bumi Tambun Bungai ini.

Baca Juga :  Harjad ke-65 Kotawaringin Barat, Gubernur Kalteng: Diharapkan Lebih Berkah, Maju, dan Bermartabat

Dirinya mengajak agar melaksanakan upaya rehabilitasi dan konservasi dengan tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Hutan tetap lestari dan kesejahteraan rakyat itu pasti, bagaimana kesejahteraan itu tidak mengganggu orang hutan dan tidak mengganggu pembangunan”, jelasnya.

Mewakili Gubernur, Wakil Gubernur Edy Pratowo mengapresiasi BOSF telah berdedikasi dalam penyelamatan Orang Utan, melalui pembangunan Nyaru Menteng sejak tahun 1999.

Tempat ini menjadi pusat pendidikan konservasi yang letaknya tidak jauh Hutan Kota Nyaru Menteng Berkah.

“Orang utan bukan hanya warisan alam, tetapi berperan vital menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Diharapkan dengan fasilitas lebih memadai, dapat meningkatkan proses rehabilitasi dan konservasi orang utan yang lebih efektif,” tutur Edy.

Baca Juga :  Gubernur Agustiar Dorong Pemerataan Akses Pendidikan Lewat Program Satu Rumah Satu Sarjana

Ketua Yayasan Penyelamatan Orang Utan Borneo Jamartin Sihite, menjelaskan jenis orang utan yang ada di Nyaru Menteng Kota Palangka Raya adalah Pongo pygmaeus wurmbii dengan jumlah lebih dari 100 orang utan.

“Orang utan yang ada di kawasan ini kebanyakan hasil penyerahan warga yang disampaikan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Di sekolah ini, mereka bisa satu tahun, dua tahun, tergantung kecepatan mereka belajar. Ada kurikulum indikator-indikator yang harus kami cek supaya mereka pindah ke level diatasnya, kalau mereka lulus baru mereka pergi ke pulau orang utan di Pulau Salat dan kalau sudah lulus dari Pulau Salat mereka pergi ke hutan”, jelasnya. (dcc/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru