Pemprov Kalteng Dampingi Kunjungan Menhut RI ke Kawasan Konservasi Orangutan di Pulau Salat

- Publisher

Rabu, 19 Maret 2025 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENYAMBUT : Staf Ahli Gubernur Yuas Elko, saat menyambut Menteri Kehutanan RI di Bandara Tjilik Riwut Palang Raya, Rabu (19/3).(IST)

MENYAMBUT : Staf Ahli Gubernur Yuas Elko, saat menyambut Menteri Kehutanan RI di Bandara Tjilik Riwut Palang Raya, Rabu (19/3).(IST)

PALANGKA RAYA–Jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambut kedatangan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni di terminal kedatangan umum Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Rabu (19/3).

Kedatangan Menteri Kehutanan RI ke Kalteng dalam rangka melakukan kunjungan ke kawasan konservasi orangutan di Pulau Salat, Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalteng.

Usai penyambutan singkat di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, rombongan Menteri Kehutanan RI bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng, langsung menuju Dermaga Desa Pilang, dan selanjutnya bertolak ke lokasi konsevasi orangutan di Pulau Salat, Desa Pilang Kabupaten Pulang Pisau, menggunakan motorboat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dalam sambutannya, mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dengan pihak swasta yakni perusahaan CBI Group dan SSMS, yang dinilainya sebagai mitra lokal terbaik dalam menjaga kelestarian alam dan keberlanjutan ekosistem.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa kerja sama antara pecinta lingkungan dan perusahaan swasta dapat tercipta secara indah,” ucapnya.

Baca Juga :  Transformasi Pendidikan Disdik Kalteng Konversi Sekolah Luar Biasa Menjadi Sekolah Khusus

Dirinya juga mengatakan kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bahan introspeksi untuk memperkuat kebijakan pelestarian lingkungan.

“Saya berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem,” ujar Raja Juli Antoni

Menurutnya sangat penting adanya kerja sama antara pemerhati lingkungan dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian alam, kemudian menyinggung sektor perkebunan kelapa sawit, mengakui adanya perbedaan dalam praktik perusahaan.

“Meskipun ada yang tidak bertanggung jawab, namun ada pula perusahaan yang memiliki komitmen tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan”, tukasnya.

Dalam rangkaian kunjungannya tersebut, Menteri Kehutanan juga menyaksikan pemutaran film dokumenter yang ditayangkan di ruang serbaguna kawasan konsevasi, dimana film tersebut mengisahkan perjalanan orangutan yang diselamatkan, direhabilitasi, dan akhirnya dilepasliarkan ke habitat aslinya.

Ia juga menyampaikan rasa haru menyaksikan film yang menggambarkan Pulau Salat sebagai jalan pulang bagi orangutan menuju habitat aslinya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Agustiar Sabran Imbau Perhatikan Harga Bahan Pokok dan Kelancaran Arus Mudik

“Saya terharu melihat film Pulau Salat ini, karena Pulau Salat semacam menjadi jalan pulang bagi orangutan. Setelah orangutan direscue, disekolah, dan diajarin, sehingga nanti ketika dilepasliarkan mereka dapat hidup di habitat naturalnya,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) Jamartin Sihite, mengungkapkan berbagai inisiatif yang dilakukan di Pulau Salat, termasuk penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran orangutan. Pulau Salat sendiri memiliki peran penting dalam pelestarian orangutan.

“Di kawasan ini, orangutan yang diselamatkan menjalani proses pembelajaran sebelum dilepasliarkan ke alam liar, dan memastikan mereka mampu bertahan hidup secara mandiri,” tutupnya.

Tampak hadir mendampingi rombongan Menteri Kehutanan RI, Staf Ahli Gubernur Yuas Elko, Asisten Ekbang Sri Widanarni, Kadis Kehutanan Agustan Saining, serta jajaran Pem Provinsi Kalteng. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru