PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah gelar konferensi pers terkait inflasi Kalteng Februari 2025. Kegiatan ini dipandu oleh Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti di ruang Vcon BPS Kalteng. Senin, 3 Maret 2025.
Agnes menyampaikan, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi bulan ke bulan (Februari 2025 terhadap Januari 2025) sebesar 0,46% sedangkan inflasi tahun ke tahun Februari 2025 terhadap Februari 2024 sebesar 0,28%
Sedangkan secara tahun ke tahun, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi kelompok makanan minuman dan tembakau andil terbesar terhadap inflasi Kalimantan Tengah yaitu 1,49%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sedangkan Deflasi, Kelompok perumahan air listrik dan bahan bakar rumah tangga memiliki andil terbesar terhadap deflasi bulanan Kalimantan Tengah yaitu sebesar 0,38%,” sebutnya.
Secara bulan ke bulan, andil Komoditas inflasi adalah emas perhiasan 0, 06% kangkung 0,03%, sigaret kretek mesin 0,03%, beras 0,03%, bensin 0,03%. Sedangkan komoditas andil deflasi yaitu tarif listrik -0,38%, daging ayam ras -0,24%, bawang merah -0,07%, cabai rawit -0,03%, tomat -0,03%.
“Secara tahunan, andil komoditas inflasi yaitu 0,32% Mas perhiasan, ikan gabus 0,24%, sigaret kretek mesin 0,19%, minyak goreng 0,15%, cabe rawit 0,14%. Sedangkan andil deflasi tarif listrik -1,92%, angkutan udara -0,14%, tomat -0,11%, bahan bakar rumah tangga -0,05%, ikan asin sepat -0,02%,” paparnya.
Agnes juga mengatakan empat wilayah sampel inflasi Kalteng mengalami deflasi. Kota Sampit mengalami 0,63% secara tahunan 0,11%. Kabupaten Sukamara inflasi bulan ke bulan – 0,01% dan tahunan 0,83%.
Kemudian Kota Palangkaraya inflasi bulan ke bulan -0,36% sedangkan tahunan -0,10%, Kabupaten Kapuas inflasi bulan ke bulan – 0,8% sedangkan tahunan 1,00%.
“Komoditas andil deflasi dari makanan yaitu daging ayam ras, setelah berbagai event keagamaan mengakibatkan harganya turun. Kemudian beberapa komoditas hortikultura, mengalami penurunan harga setelah mengalami kenaikan selama beberapa bulan terakhir akibat curah hujan yang cukup tinggi,” jelasnya.
Perwakilan Pemprov Kalteng yaitu Plh. Kepala Biro Ekonomi Fanny mengatakan sebelumnya juga sudah diantisipasi melihat perkembangan harga komoditas di pasar tradisional.
Terpantau saat ini harga komoditas masih stabil, namun yang perlu diantisipasi adalah daging ayam ras karena potensi permintaan yang meningkat karena bulan Ramadan.
“Pentingnya kita mewaspadai potensi kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah. Kedua komoditas ini sering terjadi kenaikan karena faktor cuaca atau masalah pasokan? Berdasarkan hasil survei terakhir di pasar Kahayan ada yang menjual dengan harga 140.000 per kg untuk cabai rawit”, tuturnya. (dcc/sekatengcom)








