Sahli Ekkeubang Yuas Elko Sebut Beberapa Komoditas Penting Antisipasi Stok saat Ramadan dan Idul Fitri
PALANGKA RAYA – Plh. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Habibullah memaparkan beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga secara nasional Minggu Ketiga Februari 2025.
Komoditas berikut juga menjadi acuan antisipasi untuk mengendalikan Inflasi jelang Ramadan dan Idul Fitri 2025. Habibullah menerangkan tiga komoditas secara nasional yaitu gula pasir, minyak goreng, serta cabai rawit. Senin, 22 Februari 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komoditas gula pasir secara nasional berada di atas harga acuan penjualan (Rp17.500) yaitu di harga Rp18.400. Secara umum harga gula pasir sampai dengan minggu 3 Februari 2025 naik sebesar 1,01% dibanding Januari 2025.
“Di pulau Sumatera, harga rata-rata Rp17.934, harga tertinggi di Kab. Nias Barat, Kab. Aceh Jaya, Kab. Simeulue, Kab. Gn Sitolu di harga Rp20.000. Sedangkan harga terendah Kota Tanjungpinang Rp14.700,” katanya.
Di Pulau Jawa, harga rata-rata Rp17.373 dengan harga tertinggi di Kota Depok 20.000, serta harga terendah di Kab. Bandung Barat 14.500. Sedangkan di luar Jawa – Sumatera, harga rata-rata Rp19.242 dengan harga tertinggi di Kab. puncak, Kab. Pegunungan Bintang Rp40.000, dan harga terendah di Kab. Hulu Sungai Utara, Kab. Tanah Laut, Kab. Pulau Morotai Rp16.000.
Mengenai cabai rawit, Secara nasional rata-rata harga pada minggu ketiga Februari di atas rentang harga acuan penjualan (Rp40.000) yaitu di harga Rp64.968. Harga cabe rawit turun sebesar 4,37% dibanding Januari 2025.
Di pulau Sumatera, rata-rata harga Rp67.163 dengan harga tertinggi di Kab. Pulau Anambas Rp143.33, kemudian harga terendah di Kabupaten Sarolangun Rp27.667.
“Di Pulau Jawa, rata-rata Rp59.900 dengan harga tertinggi di kota administrasi Jakarta Timur Rp84.200, dan harga terendah di Kab. Probolinggo Rp29.600. Sedangkan luar Jawa – Sumatera, rata-rata Rp66.585 dengan harga tertinggi di Kan Nduga Rp180.000, harga terendah di Kab Bombana Rp25.000,” tuturnya.
Terkait minyak goreng, secara nasional harga rata-rata Minyakita pada minggu ketiga Februari di atas harga eceran tertinggi (Rp15.700) di harga Rp17.636. Harga minyak goreng kemasan premium Rp21.552 sedangkan harga minyak goreng curah Ro17.374. Secara umum harga mie goreng naik sebesar 0,48% dibanding Januari 2025.
“Di pulau Sumatera, rata-rata Rp18.417 dengan harga tertinggi di Kab. Nias Barat Rp21.500, terendah di Kab. Banyuasin Rp15.274. Di pulau Jawa, harga rata-rata Rp18.168, dengan harga tertinggi di kota administrasi Jakarta Barat Rp20.467, dengan harga terendah di Kab. Mojokerto 15.975.
“Sedangkan luar Jawa – Sumatera rata-rata Rp20.652 dengan harga tertinggi di Kab. Intan jaya Rp60.000, harga terendah di Kab. Tambrauw Rp16.000 dan Kabupaten Hulu Sungai Utara Rp16.000,” tutupnya.
Menanggapi hal ini Staf Ahli Gubernur bidang Ekkeubang Yuas Elko berharap antisipasi di daerah tidak hanya komoditas itu saja, melainkan komoditas lain juga masih menjadi prioritas di Kalimantan Tengah.
“Kita sudah memasuki minggu ketiga Februari menghadapi hari HBKN Ramadan dan Idul Fitri, tentu Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah dan kabupaten kota mengantisipasi supaya terkendali dengan baik dan masyarakat menikmati harga yang wajar,”
“Untuk Kalteng tidak hanya itu saja, daging ayam ras, kemudian bawang merah, telur ayam ras harus menjadi prioritas kita untuk menyediakan bahan pokok penting tersebut, dengan cara Menyediakan stok,” tukasnya. (dcc/sekaltengcom)








