SAMPIT- Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Saifudin Anshari
melantik Pengurus DPD PPNI dan Pengurus Komisariat se-Kabupaten Kotim Masa Bakti 2024-2029 yang terdiri dari 33 pengurus Kabupaten dan 21 Pengurus Komisariat Sekabupaten Kotim.
Pelantikan Dihadiri Ketua DPW PPNI Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Ady Fradita dan Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kabid P2P Nugroho Kuncoro Yudho.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan Pelantikan Pengurus Baru diharapkan kepada semua jajaran kepengurusan baik Kabupaten dan Kecamatan agar bisa bersinergi dengan Program-program Kesehatan yang ada di Kabupaten Kotim,” kata
Muhammad Saifudin Anshari usai pelantikan, Minggu (23/2).
Dirinya mengatakan dengan adanya pengurus baru ini bisa memfasilitasi anggota perawat se Kabupaten Kotim dalam pemenuhan Satuan Kredit Profesi (SKP) yang mana setiap anggota perawat wajib memenuhi 50 SKP guna memperpanjang Surat Ijin Praktek Perawat baik di Fasyankes Pemerintah, Klinik-klinik swasta maupun praktik mandiri.
“Pelantikan ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada seluruh perawat karena perawat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Muhammad Saifudin Anshari.
Dalam upaya mewujudkan gerakan keperawatan berbasis masyarakat, bagi para pengurus yang baru dilantik diharapkan harus segera mengadakan konsolidasi dan memahami tugas-tugas pokok serta fungsi sebagai pengurus. Tentunya harus buat program kerja yang sesuai dengan situasi dan kondisi jangan sampai setelah dilantik dan dikukuhkan tidak ada tindak lanjut dan langkah-langkah konkrit agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Melalui pelantikan ini diharapkan dapat mendorong perawat di kotim semakin profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya Kabupaten Kotim,” tutupnya.
Sementara Ketua DPW PPNI Kalteng Ady Fraditha dalam sambutannya, menegaskan bahwa PPNI merupakan salah satu organisasi besar di Kalteng, dengan kehadiran di setiap Kabupaten/Kota dan jumlah anggota yang mencapai sekitar 12.000 orang.
“Dengan besarnya organisasi ini, maka kita harus mampu menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan pemerintah setempat,” kata Ady Fraditha.
Dirinya juga berpesan kepada seluruh pengurus yang dilantik untuk menjalankan roda organisasi dengan baik, menjaga kekompakan, serta menjalin kerja sama dan komunikasi yang solid.
“Kita harus membawa nama PPNI ke tingkat yang lebih tinggi dan terus mendukung kegiatan pemerintah dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom)








