PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan insan pers, khususnya terkait peningkatan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Tengah.
Penegasan tersebut disampaikan saat menggelar silaturahmi bersama pimpinan media, organisasi pers, dan wartawan di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Minggu (28/6/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka, dengan berbagai persoalan masyarakat menjadi topik pembahasan, mulai dari penataan Bundaran Besar Palangka Raya hingga gangguan pasokan listrik di sejumlah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terima kasih kepada seluruh insan pers yang telah hadir. Saya ingin mendengar langsung saran, kritik, dan masukan dari rekan-rekan media demi kemajuan Kalimantan Tengah. Kritik yang membangun tentu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah,” ujar Agustiar Sabran.
Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai jembatan penyampai aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Karena itu, setiap masukan yang disampaikan akan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan pelayanan publik.
“Kami terbuka terhadap semua masukan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pers adalah mitra penting yang menyampaikan kondisi riil di lapangan. Apa yang menjadi perhatian rekan-rekan media akan kami tindak lanjuti sebagai bahan evaluasi dan perbaikan,” tegasnya.
Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam dialog tersebut adalah kondisi kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Sejumlah wartawan berharap ikon ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu mendapat penataan yang lebih baik, baik dari sisi kebersihan, fasilitas pendukung, maupun kenyamanan bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Agustiar menilai Bundaran Besar merupakan wajah Kota Palangka Raya yang harus terus dijaga kualitas dan daya tariknya.
“Bundaran Besar adalah salah satu ikon Kalimantan Tengah. Masukan mengenai kebersihan, penataan kawasan, hingga penyediaan fasilitas publik yang lebih representatif akan kami koordinasikan dengan instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Selain penataan kawasan perkotaan, gangguan pasokan listrik yang belakangan masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah juga menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga kegiatan dunia usaha.
Menanggapi hal itu, Gubernur memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menjalin koordinasi intensif dengan pihak terkait guna mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.
“Kami memahami keluhan masyarakat mengenai gangguan listrik. Pemerintah Provinsi terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar persoalan ini dapat segera diatasi sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ungkapnya.
Di akhir pertemuan, Agustiar Sabran kembali menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan media.
Menurutnya, sinergi yang kuat akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan sekaligus mendukung pembangunan yang lebih transparan, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Pers merupakan mitra strategis pemerintah. Saya berharap hubungan baik ini terus terjalin sehingga pembangunan di Kalimantan Tengah dapat berjalan semakin efektif, transparan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya.(nr).








