NANGA BULIK – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lamandau mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lamandau. Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra meminta Kementerian ESDM dan Pertamina Patra Niaga menyiapkan kebijakan yang menyesuaikan dengan kondisi geografis daerah.
Rizky mengatakan, luas wilayah, jarak antarkecamatan, jumlah penduduk, serta terbatasnya titik layanan BBM menjadi pertimbangan penting dalam menentukan alokasi dan pola distribusi BBM di Lamandau.
“Kami berharap ada kebijakan khusus untuk Kabupaten Lamandau, baik berupa penyesuaian alokasi, penguatan distribusi, penambahan titik penyalur, maupun solusi lainnya agar kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi secara merata,” kata Rizky, Rabu (26/8/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, akses BBM menjadi bagian penting dari pelayanan publik, terutama bagi masyarakat di wilayah yang memiliki jarak tempuh jauh dan keterbatasan fasilitas penyaluran.
“Lamandau tidak meminta perlakuan istimewa, tetapi membutuhkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik daerah. BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Pemkab Lamandau berharap pemerintah pusat dan Pertamina dapat segera mengevaluasi pola distribusi BBM sehingga persoalan kelangkaan tidak terus berulang dan kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan lebih baik.(nr)








