PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengungkapkan dalam Musrenbang RKPD 2025, pemerintah provinsi ingin menuntaskan program 100 hari kerja dengan skala prioritas.
Program kerja tersebut berkaitan dengan anggaran, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial ekonomi, serta lingkungan. Aula Jayang Tingang pada Kamis, 10 April 2025.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, karena untuk membangun sebuah daerah memerlukan anggaran yang memadai. Dari bidang pendidikan, kami tidak ingin ketertinggalan pendidikan karakter, melalui agama dan kearifan lokal. Supaya berkarakter, tidak hanya yang instan saja,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pendidikan, salah satu misi Gubernur yaitu menanamkan mindset yang berkarakter dalam bingkai kearifan lokal yaitu prinsip Belum Bahadat.
“Belum Bahadat, saya ingin anak-anaknya tidak hilang karakter dan attitude, sehingga membentuk mindset yang baik. Ini juga saya tanamkan kepada seluruh ASN,” ujar Agustiar.
Secara keseluruhan, Program 100 hari pada periode 2025-2030. Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo ingin menyelaraskan Program Pemerintah Daerah kabupaten/kota se Kalimantan Tengah dengan program ASTA CITA.
Di antaranya dengan prioritas mendukung program makan bergizi gratis (MBG), lumbung pangan nasional dan pencegahan stunting, efisiensi anggaran, penataan struktur organisasi perangkat daerah di lingkup pemerintah provinsi kalimantan tengah.
Kemudian akan mengimplementasikan Kartu Huma Betang Sejahtera. Melalui bantuan pendidikan, kesehatan, pertanian, nelayan, pasar murah dan stabilisasi harga di bulan ramadhan dan menjelang idul fitri serta hari besar keagamaan.
“Juga penanganan ruas jalan palangka raya kuala kurun, peningkatan akses listrik desa dan akses internet daerah pedalaman. Pengangkatan PPPK (pegawai pemerintah dengan Perjanjian kerja), serta pengendalian karhutla dan banjir lewat penguatan deteksi dini,” sebutnya. (dcc/sekaltengcom)








