GUNUNG MAS – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gunung Mas pada Sabtu (21/6), dalam rangkaian kegiatan yang memadukan kepemimpinan simbolik dan aksi nyata demi memperkuat kesejahteraan masyarakat. Fokus utama lawatan ini mencakup penguatan sektor pendidikan, penanganan kebutuhan pokok masyarakat, dan dorongan terhadap pembangunan infrastruktur.
Agenda dimulai dengan keikutsertaan Gubernur Agustiar dalam Upacara Hari Jadi ke-23 Kabupaten Gunung Mas. Acara dilanjutkan dengan pembukaan Pasar Murah yang dilaksanakan di SMAN 1 Kuala Kurun, serta sesi ramah tamah bersama para guru, orang tua murid, siswa SMA/SMK/SKh se-Kabupaten Gunung Mas.
Dalam pidatonya, Gubernur menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai pemimpin semua golongan, tanpa kecuali. Ia juga menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi seluruh anak-anak di Kalimantan Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita harus memastikan seluruh anak, baik di kota maupun pelosok desa, mendapatkan hak untuk bersekolah tanpa biaya. Pendidikan itu hak, bukan kemewahan,” ujarnya lantang, disambut tepuk tangan meriah para siswa.
Ia juga menegaskan sikap tegas terhadap praktik penahanan ijazah oleh oknum guru atau kepala sekolah.
“Kalau ada yang menahan ijazah siswa karena alasan biaya, silakan sampaikan langsung ke saya. Negara tidak boleh kalah oleh birokrasi,” tegas Agustiar.
Sorotan utama dalam kunjungan ini adalah pelaksanaan Pasar Murah, yang menjual 4.000 paket sembako kepada masyarakat. Setiap paket terdiri dari 5 kg beras, 1 kg gula, dan 2 liter minyak goreng. Awalnya paket ini ditawarkan dengan harga tebus Rp15.000 setelah subsidi pemerintah. Namun, Gubernur memutuskan seluruh paket dibagikan secara cuma-cuma sebagai bentuk kepedulian terhadap warga ekonomi lemah.
Langkah tersebut menuai apresiasi besar dari warga, khususnya di daerah pedalaman. Pembagian sembako gratis ini dinilai sebagai bentuk konkret kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur H. Edy Pratowo dalam sambutannya menyampaikan progres program kerja 100 hari pertama masa jabatan Agustiar Sabran. Salah satu program strategis adalah percepatan pembangunan jalan utama yang menghubungkan Palangka Raya dan Gunung Mas.
“Harapan kita, perjalanan dari Palangka Raya ke Kuala Kurun bisa dipangkas hingga dua jam. Jalan tanah harus berubah menjadi jalan beraspal. Ini aspirasi nyata masyarakat yang kita jawab dengan kerja,” jelas Edy.
Wagub juga menyoroti program unggulan “Satu Keluarga, Satu Sarjana”, yang membuka kesempatan beasiswa pendidikan tinggi bagi putra-putri Kalteng. Program ini bekerja sama dengan 32 perguruan tinggi di Palangka Raya dan menjamin bantuan biaya pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
“Kami ingin semua anak punya akses ke bangku kuliah. Pemerintah hadir untuk membiayai dan mendukung agar generasi muda Kalteng tak tertinggal,” tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menandai langkah awal yang ambisius dalam masa pemerintahan Agustiar Sabran, dengan pendekatan yang merakyat dan inklusif. Pemerintah Provinsi menegaskan bahwa pembangunan Kalteng dimulai dari bawah, dengan prinsip pemerataan, gotong royong, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, Wakil Bupati Efrensia LP Umbing, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Herson B. Aden, para kepala OPD, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pemuka agama setempat. (nr/sekaltengcom)








