PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Tengah menghadiri Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar di Markas Polda Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan lintas agama dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, TNI-Polri, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat dalam memperkokoh persatuan, menjaga kerukunan, dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Bumi Tambun Bungai.
Dalam suasana penuh khidmat, seluruh peserta memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing sebagai bentuk ikhtiar bersama agar Polri senantiasa diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan toleransi merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kalimantan Tengah.
“Doa lintas agama ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi cerminan kuatnya persatuan dan toleransi yang selama ini terjaga di Kalimantan Tengah. Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, kita dapat terus menjaga keamanan, mempererat persaudaraan, dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Agustiar Sabran, Rabu (24/6/2026)
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Kalimantan Tengah, atas dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin profesional, modern, presisi, dan semakin dipercaya masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik. Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, dan masyarakat harus terus diperkuat demi Kalimantan Tengah yang aman, damai, dan semakin maju,” pungkasnya.
Melalui momentum HUT Bhayangkara ke-80 ini, diharapkan semangat persatuan, kebhinekaan, dan kolaborasi seluruh komponen bangsa semakin kokoh, sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang semakin berkah dan Indonesia yang lebih maju.(nr)








