Baru 13 Koperasi Aktif, DisKop UKM Kalteng Akui Progres Gerai Merah Putih Masih Lambat

- Publisher

Senin, 19 Januari 2026 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IST/Foto Rahmawati

IST/Foto Rahmawati

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmawati, menghadiri Rapat Temu Mitra Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2026 yang digelar di Aula Bajakah Lantai II Kantor Gubernur Kalteng, Senin (19/01/2026).

Rahmawati mengungkapkan bahwa hingga kini baru 13 Koperasi Desa Merah Putih yang terdata aktif dan dinilai siap menerima dukungan bantuan, terutama yang berada di wilayah sekitar kawasan hutan. Jumlah tersebut masih terpaut jauh dari target 50 koperasi aktif yang dicanangkan pimpinan daerah pada tahun ini.

“Capaian ini tentu belum sesuai harapan. Kita masih perlu kerja keras agar koperasi benar-benar siap beroperasi dan mendapatkan dukungan stimulus,” ujarnya.

Rahmawati juga memaparkan perkembangan pembangunan gerai koperasi berdasarkan data dari Kodam XII/Tanjungpura. Dari total target 205 unit gerai, baru sekitar 40 persen yang menunjukkan progres pembangunan fisik di lapangan. Menurutnya, perlambatan tersebut dipengaruhi sejumlah kendala teknis yang belum sepenuhnya terselesaikan.

“Kendala utama yang kami temukan adalah persoalan lahan, legalitas kepemilikan, serta sinkronisasi data antara dinas koperasi kabupaten/kota dengan jajaran Kodim. Ini harus kita bereskan bersama agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Zulkifli Hasan Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Dayak, Simbol Pengayoman dan Harapan Baru untuk Kalteng

Perlu Sinergi Lintas Sektor

Melalui forum rapat ini, Pemerintah Provinsi Kalteng menargetkan terbangunnya kesepahaman dan komitmen lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, TNI, BUMN, hingga perbankan, guna mempercepat pembangunan gerai dan fasilitas pergudangan koperasi secara terukur dan berkelanjutan.

Rahmawati menegaskan, koperasi Merah Putih tidak boleh hanya berhenti pada aspek administratif semata. Lebih dari itu, koperasi harus hadir secara nyata sebagai penggerak ekonomi desa dan kelurahan.

“Rapat ini kita harapkan menjadi titik balik percepatan. Koperasi harus benar-benar hidup, produktif, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(nr)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru