SAMPIT – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara berasap di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ditunjukkan Amazon Club dengan membagikan sebanyak 1.000 lembar masker kepada masyarakat.
Aksi sosial tersebut mulai dilaksanakan pada Selasa malam, 13 Oktober 2026, secara bertahap. Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Jalan Tjilik Riwut, tepatnya di perempatan lampu merah Jalan H Mansur, serta kawasan Jalan Wengga Metropolitan.
Manager Amazon Club, Andry Sentosa, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, masker yang dibagikan diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi paparan debu dan partikel di udara saat beraktivitas di luar ruangan.
“Pembagian 1.000 masker ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat Sampit. Kami berharap masker ini bisa membantu warga melindungi diri, khususnya ketika harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang kurang baik,” ujar Andry Sentosa.
Ia menjelaskan, pembagian masker dilakukan secara bertahap agar bantuan tersebut dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama para pengguna jalan yang masih beraktivitas pada malam hari.
Andry juga berharap kondisi udara di Sampit segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa harus khawatir terhadap dampak asap.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Semoga kondisi udara segera membaik dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” tambahnya.
Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan pihak swasta dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kondisi lingkungan. Di tengah persoalan asap yang berulang, kepedulian berbagai pihak diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Meski demikian, penggunaan masker tetap perlu disesuaikan dengan tingkat paparan asap. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. (rb)








