Gubernur Kalteng Kecewa: Hanya 6 Direktur dari 65 Perusahaan Hadir di Rakor Pendapatan Daerah

- Publisher

Sabtu, 20 September 2025 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIMPIN : Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat memimpin rapat koordinasi di Gedung Serba Guna, Jumat (19/9/2025) malam.(IST)

PIMPIN : Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat memimpin rapat koordinasi di Gedung Serba Guna, Jumat (19/9/2025) malam.(IST)

KOTAWARINGIN TIMUR – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meluapkan kekecewaannya dalam rapat koordinasi (rakor) optimalisasi pendapatan daerah yang digelar di Gedung Serba Guna Sampit, Jumat (19/9/2025) malam. Pasalnya, dari 65 perusahaan di Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan yang diundang, hanya enam direktur yang hadir langsung.

Agustiar yang sepanjang hari sudah menjalani agenda padat—mulai dari penanaman pohon, pemeriksaan kesehatan gratis di SMAN 1 Sampit, hingga membuka Gubernur Cup Zona Barat di Stadion 29 November—tetap menyempatkan diri hadir dalam rakor tersebut meski cuaca hujan deras. Namun kehadirannya justru tak diimbangi komitmen perusahaan.

“Saya malas sebenarnya menyampaikan ini, tapi faktanya yang hadir hanya enam direktur. Sisanya banyak diwakilkan. Kalau merasa bukan direktur, sebaiknya tinggalkan ruangan ini,” tegas Agustiar dengan nada tinggi.

Menurutnya, ketidakhadiran pimpinan perusahaan mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap pemerintah. Ia menekankan, undangan tersebut ditujukan khusus untuk para direktur, bukan sekadar perwakilan.

“Kalau saya hadir di sini sebagai gubernur, mestinya direktur juga datang langsung. Jangan sepelekan pemerintah. Saya beri waktu seminggu, perusahaan mana pun yang bandel, terutama soal pajak, akan saya kejar,” ujarnya.

Agustiar juga menyoroti rendahnya kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Kalteng. Mulai dari kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR), kewajiban plasma, hingga kontribusi perbaikan jalan yang rusak akibat kendaraan bertonase berat milik perusahaan.

Baca Juga :  Penggiat KIM Kalteng Kunjungi Gatra Wirausaha di Bali

“Bicara CSR sering tidak konsisten, soal plat kendaraan banyak yang pakai plat luar daerah. Apa saya harus tutup jalan provinsi supaya kalian tidak bisa lewat? Jalan rusak, beban anggaran daerah makin berat, sementara keuntungan besar justru kalian bawa keluar Kalteng,” katanya dengan nada geram.

Ia menegaskan tidak menuntut hal muluk-muluk dari perusahaan, hanya komitmen nyata untuk mendukung pembangunan daerah.

“Saya tidak bicara masa lalu, saya bicara masa depan. Mari kita jalankan usaha dengan akur, rukun, dan sesuai aturan. Kalau taat regulasi, semua akan berjalan lancar, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.(nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru